24 May, 2014

Tagged under:

Tokoh Tokoh yang menderita Meganolia

Sebelumnya >> Apa itu Megalomania ?

Tokoh-tokoh yang dianggap menderita megalomania adalah:


Adolf Hitler



Pemimpin NAZI dari Jerman ini dicurigai menderita megalomania oleh banyak ahli karena Adolf Hitler tidak pernah puas dengan apa yang dicapainya. Hitler pernah mengagungkan bangsa Jerman sebagai ras yang paling baik di dunia. Ambisi Hitler adalah untuk mengambil alih dunia dan menjadikan Jerman sebagai Lord of the Earth. Hitler membunuh lebih dari 20 juta orang, utamanya bangsa Yahudi, yang dianggap menghalangi jalannya untuk menguasai dunia dan menghabisi ras-ras yang dianggapnya jelek.

Hugo Chavez


Venezuela ini juga dicurigai menderita megalomania. Beliau diberitakan sangat gila kekuasaan. Cita-citanya untuk menjadi presiden seumur hidup digagalkan oleh peraturan di Venezuela bahwa seorang presiden tidak boleh menjabat lebih dari dua kali. Cita-cita lain Hugo Chavez yang mencirikan dia adalah megalomania yaitu keinginannya untuk mengontrol bank sentral, menguasai pers, dan menguasai rakyat yang menolaknya mentah-mentah.

Alexander Agung


Selama tahun-tahun terakhir hidupnya, dan terutama setelah kematian Hephaistion , Alexander Agung mulai menunjukkan banyak tanda-tanda megalomania dan paranoia . Pencapaian militer tentara Macedonia dan sanjungan dari teman Alexander mungkin telah bergabung untuk memproduksi fantasi delusi kekuasaan dan relevansi.



Tagged under:

Mengenal Apa itu Megalomania ?.

Menurut Wikipedia, Megalomania berasal dari bahasa Yunani, Megalo, yang artinya sangat besar, hebat, atau berlebih-lebihan. Secara gamblang, megalomania bisa kita artikan sebagai bentuk obsesi berlebihan terhadap dirinya sendiri karena merasa dirinya paling hebat, paling berkuasa, dan paling besar. Dalam ilmu psikologi, megalomania termasuk salah satu bentuk gangguan kepribadian manusia. Banyak juga yang beranggapan bahwa seorang pemimpin bisa dikategorikan sebagai penderita megalomania, mengingat banyaknya tokoh terkenal dunia yang dicurigai mengidap megalomania. Karena ciri negatif dari seorang pemimpin adalahkeinginan kuat untuk tampil sebagai orang terhormat, dihargai, dan ditaati

Walau megalomania tidak menutup kemungkinan untuk diderita oleh orang-orang yang jauh dari kekuasaan, namun sosok seorang pemimpin merujuk kepada kecenderungan-kecenderungan mulai dari ketidak-relaan sesiapapun untuk kehilangan jabatan tertinggi dalam suatu kelompok (negara atau perusahaan) hingga cara mempertahankan posisi tersebut yang dijadikan prioritas utama. Perilaku hanya mementingkan diri tersebut berarti sudah menyimpang jauh dari cita-cita awal yang telah ditetapkan, sehingga tujuan tidak tercapai dan terbengkalai ditengah jalan. Kecelakaan ini disebabkan karena kepemimpinan dipegang oleh seseorang yang salah, seseorang yang lebih mementingkan kemuliaan, kebesaran dan kekayaan diri pribadi dibandingkan dengan tujuan bersama yang telah diamanahkan.


Sigmund Freud, bapak psikologi, berpendapat bahwa akar dari megalomania adalah narsisme atau perasaaan mencintai diri sendiri secara berlebihan dalam diri manusia. Penderitanya memiliki suatu kecenderungan untuk menilai dirinya secara berlebihan atau menghargai diri melampaui batas. 

Diperdebatkan, bagaimanapun, 'selain bentuk patologis nya, megalomania adalah perilaku mental yang dapat digunakan oleh setiap individu sebagai cara untuk mengatasi kesulitan terkait dengan frustrasi, ditinggalkan, kehilangan, atau hilangnya benda' dalam sehari-hari hidup. Dalam pengertian ini, kita dapat melihat 'megalomania sebagai bentuk ekstrem dari maniak pertahanan ... terhadap kecemasan akibat pemisahan dari obyek '.


Dalam dunia sosial, 'megalomania ... bisa menjadi karakteristik mabuk kekuasaan atau diktator , beberapa eksekutif, beberapa politisi dan beberapa jenderal Angkatan Darat '. Semua figur tersebut dapat dikatakan memiliki '"Big Ego ". 

Sayangnya, 'seseorang dengan megalomania mungkin tidak tertarik dalam refleksi diri atau perubahan pribadi', sehingga pengobatan dengan pembicaraan mungkin kurang efektif daripada obat-obatan.

Sebuah komplikasi tambahan analisis terdiri oleh transferensi:. 'Jika analis mempunyai kecenderungan-kecenderungan megalomania atau otoritarianisme, respon pasien terhadap analis akan menguatkan mereka'




Ciri-ciri dari Megalomania:

1. Tidak mau menerima kritik 

Apapun pendapat orang Megalomania harus didengar. Orang Megalomania tak mau mendengarkan pendapat orang lain. Dia selalu menganggap dirinya dan perkataannya yang paling benar. Keputusannya paling tepat, dan tindakannya pasti hebat. Merasa paling benar sejagat raya kalau sudah berargumentasi. Jika dia dikeritik biasanya malah menyalahkan orang yang mengkeritik. Menurutnya, argumen dia ialah yang paling benar. Bagaimanapun keritikan orang terhadapnya, dia akan tetap berdalih karena merasa dirinyalah yang harus didengarkan bukan orang lain.

2. Selalu ingin dihargai
Sebagai orang yang mengaku paling hebat dan tak mau dikeritik, pengidap Megalomania ingin orang sekitar menghargai kerja kerasnya. Sekalipun yang dilakukan ialah sesuatu yang dapat merugikan banyak orang. Dia tetep ingin dianggap benar oleh semua orang dan tetap dihargai. Harga dirinya sangat tinggi. 

3. Selalu ingin jadi ketua
Karena ingin dihargai dan merasa diri paling benar, maka penderita Megalomania akan berpendapat posisi yang paling pantas untuknya adalah posisi teratas atau sebagai ketua. Dalam pikirannya, dia sudah merasa yang paling sempurna dan paling benar. Dia menganggap dirinya lah yang pantas untuk memimpin bukan orang lain.

4. Senang mencari pendukung
Penderita Megalomania memang memiliki kemampuan sebagai pemimpin, maka itulah dia akan sangat puas jika memiliki pengikut. Dan salah satu kelebihan lainnya ialah mudah untuk mempengaruhi orang lain untuk menyetujui perkataannya. Dia sangat senang dan tambah besar kepala jika ada yang mendukung dirinya. Dia sangat senang bila ada yang meneriakkan dirinya yang paling hebat. Si Megalomania mudah membuat orang takluk untuk menjadi pendukungnya.

5. Baginya, orang lain tidak punya kemampuan
Orang Megalomania suka merendahkan orang lain baik secara langsung maupun tak langsung. Bagi dia, orang lain tidak memiliki kemampuan sehebat dirinya. Dalam pekerjaan dia sering meremehkan hasil kerjaan orang lain dibanding dirinya. Seorang Megalomania merasa dirinya yang mampu menyelesaikan semua biar dia mendapat sanjungan dan pujian dari banyak orang.


Selanjutnya >> Tokoh Tokoh yang dianggap Megalomania
Tagged under: ,

Download Ebook Trik Membaca Secepat Kilat

Di era informasi sekarang ini, kita dihadapkan kepada tantangan baru yaitu banjir informasi dari segala penjuru, baik dari media cetak maupun internet, dari informasi visual, audio, hingga tulisan.

Bagaimana kita bisa membaca semua informasi tersebut hanya dengan waktu 24 jam sehari yang kita miliki?

Membaca satu buku setebal 100 halaman saja perlu waktu minimal 1 jam, belum lagi waktu untuk mencerna dan memahaminya, lantas bagaimana jika kita punya banyak kegiatan dan masing-masing kegiatan menuntut kita untuk mempunyai pengetahuan lebih dengan cara membaca, apakah manualnya, buku referensi, tambahan informasi, saran dan keluhan orang lain, dan sebagainya?

Ada beberapa metode yang sekarang ini sedang trend, di antaranya speed reading, teknik membaca cepat. Teknik ini memang cepat dalam membaca buku, namun masih ada kekurangannya yaitu masih belum mengoptimalkan potensi otak manusia secara penuh. Dengan teknik ini kita masih harus melakukan proses membaca secara “sadar” dengan kecepatan tinggi.

Sebenarnya, ada metode lain lagi yang lebih menantang, karena dengan metode ini bahan bacaan dapat diproses dengan kecepatan fantastik, hingga hitungan satu detik per halaman. Ini seperti memfotokopi atau men-scan buku dalam waktu singkat informasi berpindah ke dalam otak. Jadi tidak lagi dikatakan membaca.

Berdasarkan ilmu NLP, Hypnosis, Accelerated Learning, Mental Photographic dan teknik subconscious (Alam bawah sadar) lainnya. 

Dipaparkan dalam bahasa Indonesia yang gamblang, jelas, terang-terangan, to the point, tanpa omong kosong dan mudah sekali dipraktekkan. 


Tagged under:

Cara Membuat Auto Shutdown



Terkadang, ada beberapa pekerjaan yang memaksa kita untuk menunggu, seperti download, render 3d, render video dan lain sebagainya. Seringkali, proses menunggu tersebut membutuhkan beberapa jam. Nah, jika anda sudah ngantuk berat tapi tidak ingin meng-Cancel proses pekerjaaan, maka anda bisa melakukan scheduling Auto Shutdown dengan cara sebagai berikut :

1. Ketik Start pilih Run
2. Ketik shutdown -s -f -t jumlahwaktu, contoh : shutdown -s -f -t 1000




Ket :
-s adalah indikasi perintah shutdown
-f berarti force yang akan memaksa penutupan terhadap aplikasi yang hidup
-t adalah indikasi waktu tunggu yang dibutuhkan

"jumlahwaktu" tersebut dihitung berdasarkan milisecond. Sehingga, anda perlu sedikit menghitung untuk menyamakan dengan perkiraan waktu tunggunya.
1000 akan menghasilkan waktu shutdown selama 16 menit 40 detik.

Jika anda ingin memberikan pesan pada waktu shutdown tersebut, maka tambahkan perintah -c "pesan anda" ...
Contoh :
shutdown -s -f -t 1000 -c "Lagi Proses, Jangan disentuh, nanti mati sendiri".

Setelah itu maka akan muncul peringatan seperti


3. Jika ternyata anda salah memperkirakan waktu, maka anda bisa meng-cancel-nya dengan perintah shutdown -a. Kemudian anda bisa mengulang perintah tersebut dengan jeda waktu lebih lama.



01 May, 2014

Tagged under: ,

Garut, Swiss Van Java




Jika Bandung terkenal dengan Paris Van Java, maka Garut mempunyai julukan yang tidak kalah, yaitu Swiss Van Java. Keindahan gunung, alam, danau dan dodolnya, menjadikan Garut sebagai 'Swiss' dari Jawa.

Swiss terkenal dengan udaranya yang sejuk, memiliki daerah perbukitan dan beberapa pegunungan, serta danaunya yang bersih. Tidak usah jauh-jauh ke Swiss, hal tersebut dapat Anda temukan di Garut, sebuah kabupaten di Jawa Barat. Istilah Garut sebagai Swiss Van Java sudah dikenal sejak zaman kolonial Belanda. Ratu Wilhelmina, Ratu Belanda di zaman kolonial, dikabarkan memiliki peristirahatan pribadi di Garut pada saat itu.





Sepanjang mata Anda memandang di Garut, wilayah-wilayah perbukitan akan menyapa Anda. Salah satu gunung yang terkenal di Garut adalah Gunung Papandayan. Gunung Papandayan berada di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut. Kesegaran dan kesejukannya, tidak kalah dengan Gunung Alpen di Swiss. Gunung Papandayan adalah gunung favorit bagi para pendaki gunung. Selain kesejukannya, keindahan pemandangan alam dengan edelweis akan menambah pesona Gunung Papandayan.






Jika Swiss punya Danau Interlaken, Swiss punya Situ Bagendit yang tidak kalah dengan pemandangan alamnya. Jika ingin merasakan pesona danau dengan kebudayaan Sunda yang kental, Anda juga bisa datang ke Kampung Sampireun. Di sana, sambil menjelajahi danau yang tenang, Anda dapat melihat berbagai jenis kebudayaan Sunda dari dekat.






Selain danau, ada banyak sumber air panas di Garut yang dapat Anda kunjungi. Sumber air panas yang terkenal di Garut, salah satunya adalah Cipanas. Pemandian Cipanas telah menjadi salah satu wisata alternatif bagi warga ibu kota, yang ingin melepas kejenuhan dengan mandi air panas sambil ditemani suasana khas pegunungan. Jika ingin berlama-lama di pemandian Cipanas, di sana juga terdapat beberapa penginapan dengan harga yang terjangkau.




Jika ingin menantang adrenalin, Garut mempunyai Sungai Cikandang yang akan menantang Anda dengan arung jeramnya. Arus di Sungai Cikandang cukup menantang. Di tambah dengan keasrian alamnya, dijamin adrenalin Anda akan semakin terpacu.





Mencari keindahan pantai di Garut, dapat Anda temukan di Pantai Santolo. Pantai ini dapat ditempuh dari Kota Garut selama 3,5 jam. Selama perjalanan menuju pantai, Anda akan melewati daeah perbukitan yang berliku-liku. Perjalanan yang seolah 'menjelajah bukit' ini, akan menggoda Anda untuk mengabadikannya dengan kamera. Pantai Santolo memiliki pasir yang bersih, ombak yang tenang, dan air yang jernih. Keindahan sunsetnya jangan sampai Anda lewatkan.






Satu hal yang menarik, jika Swiss mempunyai cokelat yang lezat, maka Garut mempunyai 'coklat' juga alias dodol yang sangat enak dan legit. Dodol Garut merupakan dodol yang terkenal, dan menjadi oleh-oleh khas Garut. Dodol Garut telah diproduksi sejak tahun 1926. Dodol Garut memiliki rasa yang legit dan tidak memiliki bahan pengawet. Kelegitan dan rasa dodol Garut, adalah sebagai penutup yang manis saat Anda berkunjung dari Garut. Inovasi terbaru dari Garut adalah coklat dodol atau Chocodot, menggabungkan makanan tradisional Garut dengan gaya coklat ala Swiss!


Selain objek-objek wisata di atas, masih banyak objek wisata di Garut yang layak Anda kunjungi. Keindahan alamnya pun, akan membuat Anda betah berlama-lama di Garut. Silakan berkunjung ke Garut dan menikmati Swiss Van Java!
Tagged under: ,

Sejarah Singkat Kabupaten Garut



Sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Daendels dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan menurun hingga titik paling rendah nol dan bupatinya menolak perintah menanam nila (indigo). Pada tanggal 16 Pebruari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Raffles, telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan yang beribu kota di Suci. Untuk sebuah Kota Kabupaten, keberadaan Suci dinilai tidak memenuhi persyaratan sebab daerah tersebut kawasannya cukup sempit.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Limbangan Adipati Adiwijaya (1813-1831) membentuk panitia untuk mencari tempat yang cocok bagi Ibu Kota Kabupaten. Pada awalnya, panitia menemukan Cimurah, sekitar 3 Km sebelah Timur Suci (Saat ini kampung tersebut dikenal dengan nama Kampung Pidayeuheun). Akan tetapi di tempat tersebut air bersih sulit diperoleh sehingga tidak tepat menjadi Ibu Kota. Selanjutnya panitia mencari lokasi ke arah Barat Suci, sekitar 5 Km dan mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan Ibu Kota. Selain tanahnya subur, tempat tersebut memiliki mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk serta pemandangannya indah dikelilingi gunung, seperti Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Talaga Bodas dan Gunung Karacak.

Saat ditemukan mata air berupa telaga kecil yang tertutup semak belukar berduri (Marantha), seorang panitia "kakarut" atau tergores tangannya sampai berdarah. Dalam rombongan panitia, turut pula seorang Eropa yang ikut membenahi atau "ngabaladah" tempat tersebut. Begitu melihat tangan salah seorang panitia tersebut berdarah, langsung bertanya : "Mengapa berdarah?" Orang yang tergores menjawab, tangannya kakarut. Orang Eropa atau Belanda tersebut menirukan kata kakarut dengan lidah yang tidak fasih sehingga sebutannya menjadi "gagarut".

Sejak saat itu, para pekerja dalam rombongan panitia menamai tanaman berduri dengan sebutan "Ki Garut" dan telaganya dinamai "Ci Garut". (Lokasi telaga ini sekarang ditempati oleh bangunan SLTPI, SLTPII, dan SLTP IV Garut). Dengan ditemukannya Ci Garut, daerah sekitar itu dikenal dengan nama Garut.. Cetusan nama Garut tersebut direstui oleh Bupati Kabupaten Limbangan Adipati Adiwijaya untuk dijadikan Ibu Kota Kabupaten Limbangan.

Pada tanggal 15 September 1813 dilakukan peletakkan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana ibukota, seperti tempat tinggal, pendopo, kantor asisten residen, mesjid, dan alun-alun. Di depan pendopo, antara alun-alun dengan pendopo terdapat "Babancong" tempat Bupati beserta pejabat pemerintahan lainnya menyampaikan pidato di depan publik. Setelah tempat-tempat tadi selesai dibangun, Ibu Kota Kabupaten Limbangan pindah dari Suci ke Garut sekitar Tahun 1821. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal No: 60 tertanggal 7 Mei 1913, nama Kabupaten Limbangan diganti menjadi Kabupaten Garut dan beribu kota Garut pada tanggal 1 Juli 1913. Pada waktu itu, Bupati yang sedang menjabat adalah RAA Wiratanudatar (1871-1915). Kota Garut pada saat itu meliputi tiga desa, yakni Desa Kota Kulon, Desa Kota Wetan, dan Desa Margawati. Kabupaten Garut meliputi Distrik-distrik Garut, Bayongbong, Cibatu, Tarogong, Leles, Balubur Limbangan, Cikajang, Bungbulang dan Pameungpeuk.
Pada tahun 1915, RAA Wiratanudatar digantikan oleh keponakannya Adipati Suria Karta Legawa (1915-1929). Pada masa pemerintahannya tepatnya tanggal 14 Agustus 1925, berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal, Kabupaten Garut disahkan menjadi daerah pemerintahan yang berdiri sendiri (otonom). Wewenang yang bersifat otonom berhak dijalankan Kabupaten Garut dalam beberapa hal, yakni berhubungan dengan masalah pemeliharaan jalan-jalan, jembatan-jembatan, kebersihan, dan poliklinik. Selama periode 1930-1942, Bupati yang menjabat di Kabupaten Garut adalah Adipati Moh. Musa Suria Kartalegawa. Ia diangkat menjadi Bupati Kabupaten Garut pada tahun 1929 menggantikan ayahnya Adipati Suria Karta Legawa (1915-1929). 


Sampai tahun 1960-an, perkembangan fisik Kota Garut dibagi menjadi tiga periode, yakni pertama (1813-1920) berkembang secara linear. Pada masa itu di Kota Garut banyak didirikan bangunan oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk kepentingan pemerintahan, berinvestasi dalam usaha perkebunan, penggalian sumber mineral dan objek wisata. Pembangunan pemukiman penduduk, terutama disekitar alun-alun dan memanjang ke arah Timur sepanjang jalan Societeit Straat.



Periode kedua (1920-1940), Kota Garut berkembang secara konsentris. Perubahan itu terjadi karena pada periode pertama diberikan proyek pelayanan bagi penduduk. Wajah tatakota mulai berubah dengan berdirinya beberapa fasilitas kota, seperti stasiun kereta api, kantor pos, apotek, sekolah, hotel, pertokoan (milik orang Cina, Jepang, India dan Eropa) serta pasar.
Periode ketiga (1940-1960-an), perkembangan Kota Garut cenderung mengikuti teori inti berganda. Perkembangan ini bisa dilihat pada zona-zona perdagangan, pendidikan, pemukiman dan pertumbuhan penduduk. 
Postingan Blogger. Powered by Blogger.